Cari di Bungur Center blog

Link yang disarankan

Tampilkan postingan dengan label game. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label game. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Januari 2014

Pilih Mana, Konsol Game Baru atau PC Gaming?

Penantian tujuh tahun fans PlayStation 4 (PS4) akhirnya  usai sudah. Sony akhirnya mengumumkan ketersediaan konsol game andalannya ini. Banyak yang segera melakukan pemesanan pembelian. 
 
Namun berbeda dengan Matt Smith. Blogger dan penulis di Digital Trends ini justru malah membatalkan pemesanannya. Apa alasannya?
 
Seperti yang ditulis dalam Digital Trends, Smith mengatakan alasan pembatalan tersebut bukan karena ia lebih memilih Xbox One, namun lebih ke banyak kekecewaan yang dirasakannya semenjak pengumuman awal akan dibuatnya PS4 dan Xbox One.
 
Kekecewaan tersebut dituturkan Smith seperti penundaan peluncuran, fitur yang dihilangkan dan ditambahkan, dan sebagainya. Sehingga menurutnya, apa yang tadinya terlihat seperti konsol canggih kini hanya menyerupai PC gaming kelas menengah. 
 
Spesifikasi yang dimiliki baik PS4 dan Xbox One memang membuat gamer meneteskan air liur. Sebut saja prosesor delapan core, RAM 8 GB, penyimpanan kapasitas besar yang semua itu dibuat dengan platform x86 sehingga mempermudah developer game. Tak banyak kekecewaan kecuali kebijakan DRM yang diterapkan Microsoft untuk Xbox One, yang belakangan dirubah.
 
Namun, Smith mengungkapkan, dari 8 core yang dimiliki prosesor, 2 di antaranya digunakan sebagai core cadangan. Begitu juga dengan memori RAM dengan cadangan 2-3 GB. Penyimpanan 500 GB yang dimiliki juga akan termakan 30 GB untuk sistem. Belum lagi, 10 persen dari daya yang dimiliki Xbox One dikhususkan untuk Kinect. 
 
Ini menyisakan konsol game yang tadinya memiliki prosesor 8 core dan RAM 8 GB sebenarnya hanyalah konsol 6 core dengan RAM 6 GB.
 
Saat diuji dengan game Battlefield 4, frame rate yang dihasilkan PS4 tidak selalu konstan 60 fps walau dijalankan dengan resolusi 1600 x 900, dan 720p dalam Xbox One. Namun penurunan jumlah FPS ini dianggap wajar menurut Smith. 
 
Jika dibandingkan, maka sebuah PC gaming kelas menengah dengan spesifikasi grafis Radeon HD 7870 atau GTX 760 bisa menandingi dengan setting 1680 x 1050 dan detil diatur ke "High." Di samping itu, PS4 dan Xbox One juga ternyata tidak bisa digunakan untuk memainkan game lama (backward compatibility), sementara PC tetap bisa memainkan game-game lawas. 
 
Kemampuan kedua konsol yang belum bisa menyamai PC moderat ini memang mengecewakan. Namun perlu diingat, untuk merakit PC gaming kelas menengah itu gamer harus merogoh kocek lebih dalam dibanding membeli kedua konsol tadi.
 
Smith menyimpulkan, mungkin di masa mendatang teknologi konsol dan PC ini bisa disatukan, dengan melakukan streaming game PC ke TV. Namun hal itu masih akan lama terwujud. 
 
Hingga saat itu terwujud, teknologi konsol juga telah berubah. PS4 dan Xbox One akan memiliki umur setidaknya satu dekade lagi, dan dunia PC mungkin sudah mengakrabi tekcologi Cloud Computing. 
 
PS4 dan Xbox One mungkin sudah tidak relevan lagi berada di jaman dimana data bisa disimpan dan diunduh dari perangkat mana saja, dari mana saja. "Satu dekade dari sekarang, mungkin semua akan menjadi gamer PC," pungkasnya.

Minggu, 25 Desember 2011

Tahapan Membuat Game

Untuk langkah-langkah membuat game sendiri secara singkat bisa dijelaskan sebagai berikut:

Pembuatan ide game: Sebelum mulai membuat game, kita perlu memikirkan game seperti apa yang akan kita buat, bagaimana memainkannya, apa saja yang akan membuat orang senang memainkan game kita, dan lain-lain.

Proses pre-production: pada tahap ini kita perlu mempersiapkan berbagai hal teknis yang berhubungan dengan game yang akan kita buat, misalnya teknologi apa yang akan digunakan (misalnya platform atau bahasa pemrograman), art direction atau arahan visual dari game yang akan dibuat, dan finalisasi game design yang akan kita implementasi dalam gamenya.

Proses production: pada tahap ini baru kita buat art dan programming untuk gamenya, sebaiknya game yang dikembangkan sesering mungkin dibuat versi yang dapat dimainkan, jadi bisa ditest sekaligus bisa kita sebar ke komunitas game developer untuk minta masukan.

Proses release, pada tahap ini gamenya kita anggap selesai dan kita rilis ke pasar. Tapi kita perlu pastikan untuk tetap mengawasi komentar-komentar dari orang yang memainkan game kita, kalau ada laporan atau keluhan tentang bug atau error harus cepat-cepat kita perbaiki.

Bahasa Pemograman untuk membuat Game

Bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat game sangat bergantung pada platform atau teknologi yang digunakan. Untuk game komputer, ada beberapa bahasa yang umum digunakan, di antaranya adalah:

-C++, walau sudah ada cukup lama, C++ masih banyak sekali digunakan untuk membuat game desktop, mulai dari game indie seperti Crayon Physics Deluxe, bahkan game besar seperti Crysis 2.

-C#, dapat digunakan pada pembuatan desktop games menggunakan XNA, DirectX, atau Unity3D. Dapat juga digunakan untuk membuat web games menggunakan Silverlight atau Unity3D. Contoh web game yang dibuat menggunakan C# dan Unity3D adalah LiloCity dari Agate Studio.

-Java, dapat digunakan untuk membuat desktop games, web games (dengan format Java Applet), bahkan bisa untuk mobile games. Contoh game desktop yang dibuat menggunakan Java contohnya Spiral Knights.

-Actionscript 3, umum digunakan dalam pembuatan web games dalam format Flash Games, contohnya game flash di Facebook seperti Shopping Paradise buatan Agate Studio atau game flash di game portal, seperti Earl Grey and that Rupert Guy yang juga buatan Agate Studio.

-PHP, HTML, Javascript; bahasa-bahasa pemrograman ini biasa digunakan untuk membuat web games, misalnya yang ada di Facebook seperti Football Saga.

-Objective-C, bahasa ini spesifik digunakan untuk membuat game di komputer buatan Apple yang menggunakan Mac OS.

Para ahli menyarankan, pelajari salah satu saja, coba buat sebuah game sampai selesai. Pengalaman membuat game itu sangat penting, karena kamu akan bisa melatih kemampuan programming dasar dan algoritma. Karena antar bahasa pemrograman tidak terlalu berbeda dari sisi algoritma, jadi jika nantinya perlu belajar bahasa pemrograman lain akan lebih mudah jika sudah menguasai salah satu bahasa pemrograman.

Source

Jumat, 28 Oktober 2011

Gaji Pembuat Game


Sebuah majalah 'Game Developer' melakukan survei di kalangan staf perusahaan pembuat game. Ternyata gaji staf game naik ditahun 2008 lalu. Rata rata memiliki penghasilan $79.000 pertahun, naik 7% dibandingkan angka rata rata tahun 2007 dengan $74.000.

Bagian bisnis dan marketing mendapat penghasilan paling tinggi dengan $102.000 pertahun. Mereka yang bekerja lebih dari 6 tahun atau lebih akan membawa pulang lebih dari $131.000.

Berapa gaji staf lainnya? Bisa dilihat di bawah ini:

Programmer mencapai $85.000
Disain artis: $69.500
Disain game: $67.000
Produk: $82.000
Audio: $78.100

Dari data survei di atas berarti seorang staf pembuat game kalau dirupiahkan mendapat penghasilan sekitar 800 juta pertahun, atau sekitar 85 juta Rupiah perbulan. Dan uniknya tercatat 21% staf pembuat game adalah wanita.

Tinggal dilihat saja dalam 1 sampai 2 tahun mendatang, apakah pekerjaan ini bisa bertahan sebagai pekerjaan dengan penghasilan paling layak di bisnis IT.

dikutip dari : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2758745