Cari di Bungur Center blog

Link yang disarankan

Tampilkan postingan dengan label Android. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Android. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Januari 2014

Huawei Tron, Konsol Game Berbasis Android


Huawei memperluas bisnis perangkat kerasnya yang berbasis Android. Kini, perusahaan asal China itu membuat konsol game yang menjalankan sistem operasi Android versi 4.2.3 (Jelly Bean).

Produk itu diberi nama Huawei Tron, yang terdiri atas alat pengontrol dan konsol berbentuk tabung silinder. Tabung silinder itu menyediakan port HDMI sebagai penghubung ke televisi, dan dapat menghasilkan resolusi video game 1080p.

Tron dibekali dengan prosesor Nvidia Tegra 4, RAM 2GB, memori internal 16 GB atau 32 GB, Wi-Fi, port USB 3.0, dan Bluetooth untuk menghubungkan konsol game dengan alat pengontrol.

Alat pengontrol Tron menyediakan tombol untuk navigasi, dan empat tombol aksi dengan format A, B, Y, Z. Produk ini tersedia dalam pilihan warna hitam dan putih.

Seperti dikutip dari The Verge, Huawei berencana menjual Tron kurang dari 120 dollar AS. Sayangnya, Huawei tidak mengungkapkan kapan Tron akan dipasarkan secara global.

Huawei bukanlah satu-satunya perusahaan yang membuat konsol game berbasis Android. Sebelumnya, sudah ada konsol game Ouya dan beberapa perusahaan lain juga mengembangkan produk serupa.

Intel Mau Android Saingi Windows


Android dan Windows memiliki ekosistem yang berbeda. Selama ini Windows lebih unggul di ranah PC dan notebook, sementara Android di segmen mobile. Mungkinkah Android menyaingi Windows di segmen PC?
 
Jika ada yang meragukan Android bisa menyaingi Windows, maka kini saatnya menghapus keraguan tersebut, karena Intel berniat menjadikan sistem operasi Android setara dengan Windows. 
 
Hal tersebut disampaikan oleh Kirk Skaugen, General Manager PC Client Group Intel. Skaugen berbicara dalam pertemuan dengan investor pada Kamis (21/11/2013). 
 
Dikutip dari CNet, Skaugen mengatakan bahwa dalam satu dekade belakangan ini, fokus Intel untuk pasar PC adalah Microsoft. "Namun kami mulai melihat peluang di emerging market, permintaan Android sangat tinggi." imbuh Skaugen.
 
Menurutnya, banyak aplikasi Android yang dibuat untuk smartphone, atau dalam modus portrait.Beberapa di antaranya tidak tersedia di modus landscape, sehingga pengguna tidak bisa memakainya di perangkat berlayar lebar, seperti notebook atau PC all-in-one.
 
"Karena itu kami ingin Android tersedia dalam 64-bit," terang Skaugen. Intel ingin Android bisa berjalan mulai dengan prosesor low end Atom, hingga keluarga Core yang high-end. Skaugen mengatakan Intel ingin menyajikan Android di layar yang lebih lebar, dan mendukung multi-window. Namun demikian, Intel belum berencana untuk membawa Android ke PC kelas enterprise.
 
Mungkinkah tak lama lagi kita bakal melihat PC, notebook, dan PC All-in-One yang mengususng sistem operasi Android?
 
Sekedar catatan, saat ini Dell memiliki perangkat tablet Venue 8 yang ditenagai oleh prosesor Intel Atom dan berjalan dengan Android 4.2.2 (Jelly Bean).

Sabtu, 29 Oktober 2011

Android dan Fasilitas di dalamnya

Handphone Android semakin populer di dunia dan menjadi saingan serius bagi para vendor handphone yang sudah ada sebelumnya seperti Nokia, Blackberry dan iPhone.

Tapi bila anda menanyakan ke orang Indonesia kebanyakan “Apa itu Android ?” Kebanyakan orang tidak akan tahu apa itu Android, dan meskipun ada yang tahu pasti hanya untuk orang tertentu yang geek / update dalam teknologi.

Ini disebabkan karena masyarakat Indonesia hanya mengenal 3 merek handphone yaitu Blackberry, Nokia, dan merek lainnya :)

Ada beberapa hal yang membuat Android sulit (belum) diterima oleh pasar Indonesia, antara lain:
1. Kebanyakan handphone Android menggunakan input touchscreen yang kurang populer di Indonesia,
2. Android membutuhkan koneksi internet yang sangat cepat untuk memaksimalkan kegunaannya padahal Internet dari Operator selular Indonesia kurang dapat diandalkan,
3. Dan yang terakhir anggapan bahwa Android sulit untuk dioperasikan / dipakai bila dibandingkan dengan handphone lain macam Nokia atau Blackberry.


Apa itu Android
Android adalah sistem operasi yang digunakan di smartphone dan juga tablet PC. Fungsinya sama seperti sistem operasi Symbian di Nokia, iOS di Apple dan BlackBerry OS.

Android tidak terikat ke satu merek Handphone saja, beberapa vendor terkenal yang sudah memakai Android antara lain Samsung , Sony Ericsson, HTC, Nexus, Motorolla, dan lain-lain.

Android pertama kali dikembangkan oleh perusahaan bernama Android Inc., dan pada tahun 2005 di akuisisi oleh raksasa Internet Google. Android dibuat dengan basis kernel Linux yang telah dimodifikasi, dan untuk setiap release-nya diberi kode nama berdasarkan nama hidangan makanan.

Keunggulan utama Android adalah gratis dan open source, yang membuat smartphone Android dijual lebih murah dibandingkan dengan Blackberry atau iPhone meski fitur (hardware) yang ditawarkan Android lebih baik.

Beberapa fitur utama dari Android antara lain WiFi hotspot, Multi-touch, Multitasking, GPS, accelerometers, support java, mendukung banyak jaringan (GSM/EDGE, IDEN, CDMA, EV-DO, UMTS, Bluetooth, Wi-Fi, LTE & WiMAX) serta juga kemampuan dasar handphone pada umumnya.

Versi Android yang beredar saat ini
Eclair (2.0 / 2.1)
Versi Android awal yang mulai dipakai oleh banyak smartphone, fitur utama Eclair yaitu perubahan total struktur dan tampilan user interface dan merupakan versi Android yang pertama kali mendukung format HTML5.


Froyo (2.2)
Android 2.2 dirilis dengan 20 fitur baru, antara lain peningkatan kecepatan, fitur Wi-Fi hotspot tethering dan dukungan terhadap Adobe Flash.

Gingerbread (2.3)
Perubahan utama di versi 2.3 ini termasuk update UI, peningkatan fitur soft keyboard & copy/paste, power management, dan support Near Field Communication.

Honeycomb (3.0, 3.1 dan 3.2)
Merupakan versi Android yang ditujukan untuk gadget / device dengan layar besar seperti Tablet PC; Fitur baru Honeycomb yaitu dukungan terhadap prosessor multicore dan grafis dengan hardware acceleration.
Tablet pertama yang memakai Honeycomb adalah tablet Motorola Xoom yang dirilis bulan Februari 2011.


Google memutuskan untuk menutup sementara akses ke source code Honeycomb, hal ini dilakukan untuk mencegah perusahaan pembuat handphone menginstall Honeycomb pada smartphone.
Karena pada versi Android sebelumnya banyak perusahaan yang menggunakan Android ke dalam tablet PC yang menyebabkan pengalaman buruk penggunanya dan mengesankan citra Android tidak bagus.

Ice Cream Sandwich (4.0)
Anroid 4.0 Ice Cream Sandwich diumumkan pada 10 Mei 2011 di ajang Google I/O Developer Conference (San Francisco) dan resmi dirilis pada tanggal 19 Oktober 2011 di Hongkong. “Android Ice Cream Sandwich” akan dapat digunakan baik di smartphone ataupun tablet. Fitur utama yang ditambahkan di Android 4.0 ialah Face Unlock, Android Beam, perubahan major User Interface, dan ukuran layar standar (native screen) beresolusi 720p (high definition).


Applikasi Android
Android memiliki basis developer yang besar untuk pengembangan applikasi, yang membuat fungsi Android menjadi lebih luas dan beragam. Android Market merupakan tempat applikasi Android didownload baik gratis ataupun berbayar yang dikelola oleh Google.


Meskipun tidak direkomendasikan, kinerja dan fitur Android dapat lebih ditingkatkan dengan melakukan Root Android. Fitur seperti Wireless Tethering, Wired Tethering, uninstall crapware, overclock prosessor, dan install custom flash ROM dapat digunakan pada Android yang sudah diroot.