Cari di Bungur Center blog

Link yang disarankan

Tampilkan postingan dengan label Menulis karangan ilmiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menulis karangan ilmiah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Januari 2014

Contoh pidato Maulid Nabi Muhammad SAW

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillahirabbil alamin, washolatu wasalamu ala asyrafil anbiya’ wal mursalin, wa’ala alihi washohbihi ajma’in. Amma ba’du

Yang terhormat...

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, hidayah dan inayah-Nya kepada kita semua, sehingga kita masih diberi kesempatan untuk bersilaturahmi dalam keadaan sehat wal afiat. Sholawat dan salam mari kita panjatkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, semoga beliau senantiasa di tempatkan oleh Allah di sisi-Nya sebagai umat yang memperoleh derajat yang paling tinggi di akhirat, Amin.

........................................................................

untuk contoh pidato selengkapnya klik :

format file : docx

Minggu, 26 Januari 2014

Makalah "Bahaya Zat Adiktif"

Jika kamu mengonsumsi zat aditif zat adiktif buatan pada makanan dalam jumlah berlebih dan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan gangguan-gangguan kesehatan antara lain :

Nama zat pengawet dan Penyakit yang ditimbulkan:
1.
Formalin 
Kanker paru-paru, gangguan pada alat pencernaan, penyakit jantung dan merusak sistem saraf.
     Ciri makanan berformalin:

- Mi basah berformalin: Tidak lengket, lebih mengilap, tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar, dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat celsius).
................................................


 untuk makalah selengkapnya klik :

format file : docx

Makalah "Dampak Negatif Bioteknologi"


Bioteknologi seperti juga yang lain, mengandung resiko akan dampak negatif. Timbulnya dampak yang merugikan terhadap keanekaragaman hayati disebabkan oleh potensi terjadinya aliran gen ketanaman sekerabat atau kerabat dekat. Di bidang kesehatan manusia terdapat kemungkinan produk gen asing, seperti gen cry dari Bacillus thuringiensis maupun Bacillus sphaeericus , dapat menimbulkan reaksi alergi pada tubuh manusia, perlu .................

 untuk makalah selengkapnya klik :

format file : docx

Sabtu, 25 Januari 2014

Heboh, Seorang Pria Jerman Mengandung dan Melahirkan

Mungkinkah ini pertanda akhir zaman ? Berkat kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan saat ini membuat seorang pria asal jerman mengandung janin dan melahirkan layaknya seorang wanita normal.


Mengutip laman Daily Mail, pria yang tak diketahui identitasnya itu melahirkan seorang bayi laki-laki 18 Maret lalu. Ia bahkan tak perlu operasi. Proses persalinannya dibantu seorang bidan dan hanya dilakukan di rumahnya, distrik Neukoellin, Berlin.

Ia sengaja tak memilih melahirkan di rumah sakit karena tak ingin tercatat sebagai ibu. Dalam akte kelahiran anaknya pun, pria itu ingin ditampilkan sebagai ayah. Permintaan itu diluluskan karena pertimbangan psikologis anak di kemudian hari.

Lalu apa yang membuat pria tersebut bisa melahirkan ?

Rupanya, ia adalah seorang transgender. Pria itu sejatinya lahir sebagai wanita, lengkap dengan semua organnya. Ia kemudian memutuskan berganti kelamin saat dewasa. Namun, ia tak ingin organ reproduksinya dihilangkan.

Sebagai gantinya, ia menggunakan terapi hormon selama bertahun-tahun.

Terapi hormon itulah yang membuatnya tubuhnya bisa ditumbuhi jenggot. Karena ingin tetap memiliki anak, pria itu mengikuti program donor sperma. Namun, informasi detail tentang itu sengaja ia rahasiakan untuk melindungi anaknya dari sorotan yang berlebihan.

Kasus ini terjadi menyusul putusan Mahkamah Agung Jerman tahun 2011 soal pengakuan hukum sipil yang berkaitan dengan gender. Putusan itu menyebutkan, seorang transgender tak perlu menghilangkan organ reproduksinya untuk diakui hak-hak sipilnya.

“Jika seorang wanita ingin hidup sebagai pria dan mengambil hormon untuk menumbuhkan jenggot, asal memiliki rahim dan ovarium ia masih mungkin untuk hamil,” kata Dr Tobias Pottek dari Asklepios West Hospital di Hamburg.

Falko Liecke, seorang anggota dewan konservatif di distrik tempat bayi itu dilahirkan menuturkan, ia belum pernah melihat kasus serupa di Jerman. Bisa dibilang, ini memang merupakan pertama kalinya di Eropa, seorang pria transgender bisa melahirkan anak.

Sebelumnya, di Amerika Serikat ada Thomas Beatie, pria transgender yang sudah melahirkan tiga anak

(sumber : vivanews.com )

Artikel "Tari Naga" dilengkapi gambar

Tari Naga (karakter sederhana: ; karakter tradisional: 舞龍; pinyin: wǔ lóng) atau disebut juga Liang Liong di Indonesia adalah suatu pertunjukan dan tarian tradisional dalam kebudayaan masyarakat Tionghoa. Seperti juga Tari Singa atau Barongsai, tarian ini sering tampil pada waktu perayaan-perayaan tertentu. Orang Tionghoa sering menggunakan istilah 'Keturunan Naga'(龍的 傳人 atau , lóng de chuán rén) sebagai suatu simbol identitas etnis.

Dalam tarian ini, satu regu orang Tionghoa memainkan naga-nagaan yang diusung dengan belasan tongkat. Penari terdepan mengangkat, menganggukkan, menyorongkan dan mengibas-kibaskan kepala naga-nagaan tersebut yang merupakan bagian dari gerakan tarian yang diarahkan oleh salah seorang penari. Terkadang bahkan kepala naga ini bisa mengeluarkan asap dengan menggunakan peralatan pyrotechnic.
Para penari menirukan gerakan-gerakan makhluk naga ini --- berkelok-kelok dan berombak-ombak. Gerakan-gerakan ini secara tradisional melambangkan peranan historis dari naga yang menunjukkan kekuatan yang luar biasa dan martabat yang tinggi. Tari naga merupakan salah satu puncak acara dari perayaan Imlek di pecinan-pecinan di seluruh dunia.
Naga dipercaya bisa membawa keberuntungan untuk masyarakat karena kekuatan, martabat, kesuburan, kebijaksanaan dan keberuntungan yang dimilikinya. Penampilan naga terlihat menakutkan dan gagah berani, namun ia tetap memiliki watak yang penuh kebajikan. Hal-hal inilah yang pada akhirnya menjadikannya lambang lencana untuk mewakili kekuasaan kekaisaran.

Tari Naga yang ditarikan pada acara Grebeg Sudiro di Surakarta, Indonesia
Tari Naga ini berasal dari zaman Dinasti Han (tahun 180-230 SM) dan dimulai oleh orang-orang Tionghoa yang memiliki kepercayaan dan rasa hormat yang besar terhadap naga. Dipercaya bahwa pada mulanya tarian ini adalah bagian dari kebudayaan pertanian dan masa panen, disamping juga sebagai salah satu metode untuk menyembuhkan dan menghindari penyakit. Tarian ini sudah menjadi acara populer di zaman Dinasti Sung (960-1279 M) dimana acara ini telah menjadi sebuah kebudayaan rakyat dan, seperti barongsai, sering tampil di perayaan-perayaan yang meriah.
Sejak semula naga-nagaan dalam Tari Naga ini dibuat dengan menggabungkan gambaran-gambaran dari berbagai hewan yang lumrah ditemui. Kemudian naga kaum Tionghoa ini berkembang menjadi sebuah makhluk dunia dongeng yang dipuja dalam kebudayaan Tionghoa. Bentuk fisiknya merupakan gabungan dari bagian fisik berbagai hewan, diantaranya tanduk dari rusa jantan, telinga dari banteng, mata dari kelinci, cakar dari harimau dan sisik dari ikan ---semuanya melengkapi tubuhnya yang mirip dengan tubuh ular raksasa. Dengan ciri-ciri ini, naga dipercaya sebagai makhluk amfibi dengan kemampuan untuk bergerak di tanah, terbang di udara dan berenang di laut ---memberikan mereka peranan sebagai penguasa langit dan hujan.
Para kaisar di Cina kuno menganggap diri mereka sendiri sebagai naga. Oleh karenanya naga dijadikan lambang dari kekuasaan kekaisaran. Ia melambangkan kekuatan magis, kebaikan, kesuburan, kewaspadaan dan harga diri.
Tari Naga saat ini adalah sebuah karya penting dalam kebudayaan dan tradisi Tionghoa. Tarian ini telah tersebar di seluruh Cina dan seluruh dunia. Karya ini menjadi sebuah pertunjukan seni khusus Tionghoa, melambangkan kedatangan keberuntungan dan kemakmuran dalam tahun yang akan datang bagi semua manusia di bumi.
Berdasarkan catatan sejarah, berlatih seni ilmu bela diri Cina sangatlah populer dalam periode Chun Chiu. Di waktu-waktu kosong, Tari Naga ini juga diajarkan kepada para pelajar ilmu bela diri untuk menambah semangat. Di zaman Dinasti Ching, kelompok Tari Naga dari propinsi Foochow pernah diundang untuk tampil di istana kaisar di Beijing. Kaisar Ching memuji dan kagum akan keterampilan mereka, sehingga langsung memberikan ketenaran yang luar biasa bagi kelompok Tari Naga ini.









Dikumpulkan dari berbagai sumber





Dongeng "Tiga Ikan" dan terjemahan

Dongeng tentang tiga ikan dan terjemahan dalam Bahasa Inggris

TIGA IKAN

Suatu ketika tiga ikan hidup di kolamSuatu malambeberapa nelayan melewati kolam dan melihat ikan"Kolam ini penuh dengan ikan", mereka saling menceritakan dengan semangat"Kita tidak pernah memancing di sini sebelumnyaKita harus datang kembali besok pagi dengan jaring dan menangkap ikan tersebut "Jadikatanyapara nelayan pergiKetika sulung dari tiga ikan mendengar hal iniia sangat tergangguDia memanggil ikan lainnya bersama-sama dan berkata"Apakah kalian mendengar apa yang dikatakan nelayanKita harus meninggalkan kolam ini sekaligus. Para nelayan akan kembali besok dan membunuh kita semua"Yang kedua dari tiga ikan setuju"Anda benar", katanya"Kita harus meninggalkan kolam".
Tapi ikan termuda tertawa"Kamu merasa khawatir tanpa alasan", katanya"Kita telah tinggal di kolam ini semua kehidupan kitadan tidak ada nelayan yang pernah datang ke siniMengapa mereka kembaliSaya tidak akan kemana-mana - keberuntungan saya akan membuat saya aman ".
Yang tertua dari ikan meninggalkan kolam pada waktu sangat malam dengan seluruh keluarganyaIkan kedua melihat nelayan di kejauhan pagi berikutnya dan meninggalkan kolam sekaligus dengan semua keluarganyaIkan ketiga menolak untuk meninggalkan kolam.

Kemudian nelayan tiba dan menangkap semua ikan yang tersisa di kolamKeberuntungan Ikan ketiga tidak membantu dia - dia tertangkap dan dibunuh.



THREE FISH

Once three fish lived in a pond. One evening, some fishermen  passed by the pond and saw the fish. “This pond is full of fish”, they told each other excitedly. “We have never fished here before. We must come back tomorrow morning with our nets and catch these fish”. So, saying, the fishermen left. When the eldest of three fish heard this, he was troubled. He call the other fish together  and said, “Did you hear what the fishermen said? We must leave this pond at once. The fishermen will return tomorrow and kill us all!”. The second of three fish agreed. “You are right”, he said. “We must leave the pond”.
But the youngest fish laughed. “You are worrying without reason”, he said. “We have lived in this pond all our lives, and no fishermen has ever come here. Why should men return? I am not going anywhere – my luck will keep me safe”.
The eldest of the fish left the pond that very evening with his entire family. The second fish saw the fishermen in the distance early  next morning and left the pond at once with all his family. The third fish refused to leave even then.
Then fishermen arrived and caught all the fish left in the pond. The third fish’s luck did not help him – he was caught and killed.



Senin, 31 Oktober 2011

Menulis Karangan Ilmiah Populer

1. Pendahuluan

Banyak majalah atau surat kabar mempunyai rubrik iptek, yang memuat tulisan-tulisan yang memaparkan aspek khusus iptek dengan menggunakan bahasan umum sehingga mudah dipahami oleh masyarakat awam. Tulisan seperti itu dinamakan karangan ilmiah populer, yang dikarang oleh penulisnya untuk mengkomunikasikan sejarah, penemuan, perkembangan baru, aplikasi, atau juga isu kontroversi iptek, kepada masyarakat awam agar mereka dapat mengikuti perkembangan iptek tersebut. Tidak seperti halnya artikel jurnal, karangan ilmiah populer dari sudut materi tidak mendalam, namun memberi kejelasan kepada awam tentang fenomena iptek.

Keberadaan karangan ilmiah populer di majalah dan surat kabar di samping menjadi wahana untuk mengkomunikasikan iptek kepada masyarakat awam, juga membawa misi menghibur atau menjadi selingan (entertainment) bagi pembaca majalah atau surat kabar tersebut. Oleh karena misinya seperti itu maka sebuah karangan ilmiah populer harus menarik pembaca majalah dan surat kabar untuk membacanya. Berbeda halnya dengan jurnal ilmiah yang harus dibaca oleh para profesional dalam bidangnya, majalah dan surat kabar harus bersaing merebut hati pembacanya. Dalam kaitan itu karangan ilmiah populer dalam media massa perlu berkontribusi pada pembentukan daya tarik media secara keseluruhan. Bahkan dapat pula justru karangan-karangan ilmiah populer menjadi “selling point” media massa tersebut.

Mengetahui bagaimana menulis karangan ilmiah populer sangat penting bagi ilmuwan yang memposisikan diri sebagai komunikator iptek atau jurnalis iptek, baik sebagai pekerjaan utama atau pekerjaan tambahan.


2. Karakteristik Karangan Ilmiah Populer

Apabila pembaca artikel jurnal adalah profesional atau spesialis dalam suatu disiplin ilmu, maka pembaca karangan ilmiah populer adalah masyarakat umum, awam atau profesional dalam bidang lain.

Apabila penulis artikel jurnal selain memberikan nama, lembaga akademik tempat ia bekerja serta kualifikasi akademiknya, maka penulis karangan ilmiah populer menuliskan nama tanpa informasi lain, kecuali ia adalah repoter.

Apabila artikel jurnal ditulis dengan gaya tulis faktual dan “dingin” (tak-emosional) demi objektifitas, maka karangan ilmiah populer ditulis dengan gaya informal, anekdot, personal, serta menghibur.

Apabila artikel jurnal ditulis dengan kalimat yang lebih kompleks dan relatif panjang serta penuh dengan istilah teknis, maka karangan ilmiah populer ditulis dengan kalimat-kalimat singkat dan sederhana serta mudah dibaca.

Apabila artikel jurnal menyertakan kutipan, catatan kaki (footnotes) dan daftar pustaka agar materi yang ditulis dapat divalidasi, maka karangan ilmiah populer umumnya tidak meyertakan informasi-informasi tersebut.

Apabila artikel jurnal lebih dipenuhi tulisan verbal dan sedikit tabel, maka karangan ilmiah populer seringkali dilengkapi dengan berbagai ilustrasi, gambar, foto, dll.

Apabila kebenaran isi artikel jurnal dievaluasi melalui reviu oleh sejawat atau dewan pakar sebagai “referee”, maka pertanggungjawaban isi karangan ilmiah populer cukup diberikan oleh editor majalah.


3. Topik Karangan Ilmiah Populer

Pada dasarnya masyarakatlah yang membiayai (melalui pajak dan pemanfaatan aset bangsa) kegiatan iptek. Oleh karenanya menjadi hak masyarakat untuk memperoleh informasi tentang hal-ihwal mengenai kegiatan iptek itu sendiri. Dengan demikian menjadi kewajiban komunikator iptek (iptekwan & jurnalis iptek) untuk mempublikasikan karangan ilmiah populer melalui majalah dan surat kabar. Melalui karangan ilmiah populer ini informasi tentang iptek yang telah dan akan hadir di masyarakat, baik proses, produk, aplikasi, prospek, maupun isu kontroversi (pro & contra) iptek dapat dikomunikasikan kepada masyarakat umum, untuk menjadi rujukan dalam menyikapi iptek. Dalam kaitan ini topik-topik karangan ilmiah populer hendaknya terkait pada aspek-aspek iptek tersebut.

Oleh karena daya tarik menjadi karakter penting dari karangan ilmiah populer, maka isu-isu mutakhir terkait iptek yang tengah menjadi wanaca publik seringkali menjadi tema sentral karangan ilmiah populer. Sebagai contoh, menyertai konflik Amerika Serikat dengan teroris internasional, senjata kimia, senjata biologis, anthrax, bom, menjadi topik-topik karangan ilmiah populer yang muncul dalam majalah dan surat kabar. Contoh lain adalah topik yang terkait pada meteor mengemuka menjelang turunnya “badai meteor” ke Planet Bumi pada tahun 2001. Demikian juga paparan tentang bahan dan proses pembuatan MSG lebih dari satu bulan muncul dalam berbagai media massa ketika terjadi “kontroversi Ajinomoto” pada tahun 2000.


Gaya Penulisan Karangan Ilmiah Populer

· Mulai karangan dengan pendahuluan yang kreatif, yang mampu merangkul atau mencuri perhatian pembaca, serta mendorong pembaca untuk membaca bagian-bagian berikutnya. Lebih kreatif bagian pendahuluan, lebih besar peluang suatu karangan ilmiah populer dibaca tuntas pembacanya. Salah satu kekuatan karangan terletak pada bagian pendahuluan tersebut. Sementara itu bagian-bagian berikutnya perlu memuat kalimat-kalimat utama yang menjadi “point of interest” bagi pembaca. Kalimat-kalimat perlu dirangkai sehingga di samping memberikan kejelasan maknanya dan bekontribusi pada tema atikel, juga menyebabkan pembaca tertarik untuk membaca artikel sampai tuntas.

· Agar mudah dicerna pembaca secara lebih luas, karangan ilmiah populer hendaknya ditulis dengan panjang kalimat dan panjang paragraf yang sesuai pembaca dari berbagai lapisan masyarakat. Sebaiknya kalimat pada artikel ilmiah populer terdiri atas paling banyak 20 kata untuk meningkatkan keterbacaan untuk pembaca pada umumnya.

· Sekalipun penulis artikel ilmiah populer seorang iptekwan, tetapi hendaknya hindari penggunaan terlalu banyak istilah-istilah teknis. Pembaca majalah atau surat kabar tidak mempunyai tingkat pendidikan seperti penulis, hingga jangan menggunakan kata-kata yang tidak akan dimengerti. Bila suatu istilah tidak tergantikan oleh kata yang kurang teknis, hendaknya definisi perlu diberikan bersama istilah tersebut. Pemahaman terhadap isi artikel akan menyebabkan pembaca menyenangi apa yang dibacanya dan merasa nyaman dengan majalah atau surat kabar pemuatnya secara keseluruhan.

· Gunakan bahasa yang kolokial (informal) untuk mengembangkan “hubungan yang dekat” antara penulis dan pembaca. Buat pula agar pembaca merasa sedang berdialog secara sejajar dengan penulisnya, bukan sedang diajari oleh seorang pakar. Oleh karenanya dianjurkan untuk menggunakan lebih banyak kalimat aktif untuk menciptakan hubungan informal. (Catatan: Laporan ilmiah standar umumnya ditulis dengan kalimat pasif untuk menekankan obyektivitas). Tidak ada salahnya juga menyapa pembaca dengan “Anda” dan menyebut penulis dengan “Saya” agar hubungan antara penulis dan pembaca lebih dekat.

· Tingkatkan dimensi “human interest” dari artikel ilmiah populer yang ditulis, dengan cara memasukkan unsur ceritera, anekdot, dan humor pada artikel. Pada dasarnya manusia lebih tertarik tertarik pada ceritera tentang orang lain daripada obyek lainnya. Oleh karenanya memberikan sentuhan-sentuhan kemanusiaan pada karangan ilmiah populer dapat meningkatkan daya tarik artikel tersebut.

· Gunakan analogi dan metafora untuk memberikan penjelasan tentang sesuatu proses yang kompleks. Sertakan ilustrasi-ilustrasi bergambar (pictorial) untuk memperjelas, selingan, dan juga hiasan, seperti halnya foto (berwarna lebih menguntungkan), diagram, tabel, gambar, atau karikatur. Foto membantu memberikan paparan detail melalui gambar, sedangkan gambar umumnya atraktif bagi pembaca. Berikan deskripsi singkat tentang foto menyertai foto tersebut.

· Tiap paragraf harus terstruktur dengan cara yang sama. Paragraf harus mulai dengan kalimat topik, dan lalu diikuti oleh informasi yang berhubungan dengan topik dalam kalimat topik. Struktur kalimat perlu diperhatikan dalam menulis artikel

· Sistematika penulisan dapat berbagai macam, bergantung pada sifat materi yang dipaparkan. Dapat berupa urutan khronologis peristiwa-peristiwa, atau dapat pula menyajikan permasalahan yang diikuti dengan solusi-solusinya. Apapun pola pengembangan paparan yang dipilih, harus menunjukkan kelogisan paparan, sehingga mereka merasa nyaman ketika membaca artikel tersebut, serta mengerti apa yang dibacanya itu.

· Tutup artikel dengan sebuah rangkuman yang menjadi simpulan dari semua paparan. Penutup merupaan bagian akhir yang dibaca pembaca, yang akan membetuk impresi pembaca terhadap penjelasan atau persoalan yang diketengahkan. Penutup merupakan juga titik kekuatan artikel, sehingga perlu ditulis secara hati-hati.